November 22, 2014

Binar


Sebagai penghuni bumi tropis, aku sudah terbiasa dengan pembagian yang adil. Siang-malam, basah-kering, hadir silih berganti dengan masa pasti. Tak pernah kurang dan tak pernah lebih, semua hadir dan hilang - sesuai porsi. Dan ya, tentang ia, pun pergi dan datang sesuai porsi.

Aku adalah tunas, ia adalah mentari. Ia datang menghibur dari mula fajar dan pergi meninggalkan jejak rindu di senja hari. Aku tahu, tak ada lagi yang musti sering ditanya, pun tak ada gentar yang perlu banyak dirasa. Gelap adalah cobaan, toh aku masih dapat bernafas. Terang adalah anugerah, ada bahagia mengiring sinar - sinar cerianya.

Lihat, ia makin berbinar! Tak ada alasan bagiku untuk sulit tumbuh. Mulai dari sini, di sini, kini, dan dalam diam, sinarnya akan mengubahku - menjadi pohon.