July 7, 2012


Kehilangan barang begitu akrab menimpa saya. Beberapa benda, dari yang idaman sampai yang 'mungkin' tak begitu bernilai. Cermin akan saya gunakan untuk benar-benar BERKACA bila kehilangan itu disebabkan oleh keteledoran typical yang memang sudah menjadi kebiasaan buruk, saya rela serela-relanya. Tetapi, bila hilangnya barang tersebut disebabkan oleh orang lain ~ dicuri, diambil paksa, hilang oleh kelalaian orang yang saya beri tanggung jawab; butuh waktu lama untuk benar-benar MERELAKAN.

Saya sudah berhasil mengikhlaskan mini compo kesayangan yang hilang dicuri orang. Barang bernilai masa sekolah menengah pertama dulu, hadiah dari sang ayah yang benar-benar saya jaga sampai usia kuliah 12 semester. Saya sudah memaafkan si pencuri laptop dan telepon genggam yang saya beli dengan jerih payah sendiri, dua bulan lalu. Saya sudah tidak begitu memikirkan hilangnya iPod, dompet, dan jam tangan yang dicuri cerdik oleh si tukang copet atau pengutil atau apalah itu. Butuh waktu tak sedikit untuk menarik sumpah serapah beserta sejuta maki terhadap orang iseng di kereta ekonomi jurusan Jogja - Jakarta, lima tahun lalu, yang sudah tega mengambil camcorder hadiah ulang tahun ke-20, juga dari sang ayah.

Setelah beberapa masa setelah kisah-kisah suram tersebut, kemalangan masih tak mau menjauh juga. Kali ini, giliran jaket favorit yang turut hilang, akibat kelalaian si tukang laundry. Jaket bermotif biru-abu-hitam yang saya beli pada sebuah toko outdoor ternama, dengan niat penuh ketika SMA; merupakan hasil tekun mengumpulkan keping demi keping recehan dan beberapa lembar angpao lebaran. Jaket penghalau dingin saat daki gunung pertama, pelindung kulit dari terik pantai Karimun dan debu Kalimantan. Jaket dengan banyak cerita yang selalu saya jaga dengan usaha.

Oh my God!!!!!!!! Saya sangat dan sangat benci kehilangan, apalagi yang hilang adalah barang berkesan dan tidak didapatkan secara instan. Boleh saya menggugat? Walaupun, yang sebenarnya, skenario Tuhan tak bisa dan tak boleh digugat. Hahahaha. Betapa kecil dan kerdilnya saya. 

No comments:

Post a Comment