June 13, 2012

Skins S06E01 dan Sedikit Cerita Masa Kecil


Mungkin kamu akan bertanya, “Apa korelasi sebuah serial drama kontemporer dengan lini hidup yang sudah tertinggal sangat jauh di belakang? Apakah masa kecilmu terwakili oleh drama tersebut?” Oh, bukan! Bukan itu maksudku. Pertanyaanmu segera akan kujawab begini:

Skins adalah sebuah serial televisi dari Inggris dengan garis cerita yang katanya “kontroversial”,  berisi kehidupan seks remaja sekolah menengah di Bristol, pemakaian narkoba, depresi berlebihan, sampai pada gerakan serentak dalam menentang orang tua. Hmmm, tentu saja tidak ada hubungannya dengan aku punya masa kanak-kanak (kecuali yang terakhir), hahaha.

Hanya sedikit korelasinya, dan akan lebih tepat untuk menjawab pertanyaan pertama. Skins, seri 06 episode 01 yang baru selesai aku tonton, berhasil menggiring ingatan untuk bernostalgia sejenak ke masa SD dan SMP. Aku tersenyum simpul menjelang tutup cerita, terdapat bagian di mana terlantun sebuah lagu yang pernah menjadi tembang kesukaan di masa kecil. Grace (Jessica Sula), tokoh dalam serial tersebut yang diceritakan sedang terkapar sakit akibat kecelakaan, telah dibantu oleh kekasihnya (Rich) dalam menyelesaikan remake dari lagu milik biduanita legendaris Francoise Hardy yang berjudul All Because of You. Syahdu lagunya, meski berbeda dengan versi aslinya.

Hanya ini sisa lirik yang berhasil aku ingat; “So unreal, life was just a ferris wheel…” , tetapi aku tidak lupa dengan cerita-cerita yang berhubungan langsung dengan lagu tersebut.

Berawal ketika aku masih berumur 9 tahun, kelas 4 SD, bersama teman akrab sepermainan, Susan namanya (dia laki-laki dengan nama lengkap Albertus Edy Susanto), kami menemukan sebuah kardus berisi tumpukan kaset-kaset lawas milik ayahku. Kemudian, secara acak kami pilih salah satu kaset berisi kompilasi tembang kenangan (aku lupa judulnya) untuk diputar dalam tape recorder. Setelah berhari-hari dan berulang kali kami dengarkan seluruh isinya, terpilih dua lagu yang menjadi favorit kami masing-masing. Susan sangat terkesima dengan suara merdu Francoise Hardy lewat All Because of You-nya sedangkan aku lebih menyukai lagu George Baker yang berjudul I’ve Been Away Too Long. Siapa sangka, kami yang masih “empuk” bak jagung muda itu mulai menyukai lagu-lagu dewasa.

Naik kelas tahun berikutnya, aku terpaksa berpisah dengan Susan ~ pindah ke tempat baru di mana ibu dipindahtugaskan sebagai guru. Aku kehilangan teman akrab yang sedari balita sudah berbagi media main (Kata ibu, kami bahkan sudah saling kenal ketika masih menjadi orok di dalam rahim. Suatu waktu, perut ibu-yang-sedang-hamil-aku sengaja digesek-gesekkan ke perut ibu lain-yang-sedang-hamil-Susan, sebagai pengganti jabat tangan kami berdua à Hahahaha, sumpah, ini bo’ongnya keterlaluan!). Singkatnya, untuk sekadar mengingat masa-masa bermain bersama Susan, aku selalu memutar dua lagu yang menjadi favorit kami. Sampai akhirnya, aku juga menjadi sangat suka dengan All Because of You. Tembang yang kemudian menandai perubahanku menjadi remaja yang sudah mulai timbul jerawat, hampir penuh di muka.

Ketika jenjang pendidikan sudah naik level ke sekolah menengah pertama, suara merdu Francoise Hardy tersebut masih menjadi favorit, bahkan termasuk salah satu tembang cinta, cinta monyet, yang liriknya aku bubuhkan pada sebuah surat sebagai media “penembakan” kepada seorang perempuan anggun teman sekelas (meskipun sebenarnya, aku tak begitu mengerti maksud liriknya, asal jiplak saja). Aku jatuh cinta, aku ingin punya kekasih. Tetapi, gagal total ketika si gadis malah menyerahkan surat tersebut kepada ibunya. Cinta ditolak. Parahnya, ibunya si gadis, yang notabene adalah teman kecil ibuku itu, malah mengembalikan secarik kertas yang sudah khusyuk 'ku buat dengan segala niat tulus tersebut kepadaku via ibuku. Alhasil, aku diserang bertubi-tubi oleh omelan dan wejangan-wejangan khas dari sang ibu, seperti: “Masih sekolah ngga usah neko-neko pacaran deh. Lagian, dia itu udah kayak saudara. Ibunya itu teman mama sekolah dulu”. Hmmm. Setidaknya, wejang nasihat dari ibu berhasil aku aplikasikan dengan benar, dari saat itu hingga ke tahun-tahun berikutnya.

Masa berganti masa, tahun berganti tahun, sampailah aku pada ruang yang lumayan jauh, berjarak ratusan kilometer dengan waktu tempuh sekitar 24 jam perjalanan via bus antar-kota, dari kampung halaman. Aku  yang lahir dan besar di Sumatera harus melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa, dan seiring makin beragamnya tembang-tembang populer, Francoise Hardy dan George Baker tak pernah lagi aku sentuh; karena sudah 'ku anggap jadul. Tetapi, hal kuno yang telah dengan sengaja aku lupakan tersebut hadir kembali lewat versi daur ulang, tidak 'ku sangka justru tersisip dalam sebuah serial televisi kesukaan. Jadilah kenangan masa muda yang sedikit itu melintas kembali di kepala. Okay, sudah cukup kiranya, tak perlu berpanjang-panjang lagi aku bercerita. Intinya, Jessica Sula yang menyanyikan ulang All Because of You tersebut telah sukses memantik ingatan menuju masa pada belasan tahun yang lalu. Tentang tembang lawas yang pernah sangat aku sukai, tentang masa sekolah, tentang si perempuan yang “menolak” afeksiku pertama kali, tentang omelan-omelan ibu, dan tentu saja tentang Susan sahabat masa kecilku.

Ah, aku sedih, fren. Aku rindu kampung halaman. 

Tamat, dan...

Halahhhhhhhhhhhh..., dan

Kisah nyata ini khususon aku persembahkan untuk Mak Winda Krisnadefa, istri dari seorang komentator sepakbola ternama, Edu Krisnadefa.. Hahaha.

"Mak, ane ikutan giveaway-nye ye, Mak! Kasih ane hadiahnya yang novelnye Mbak Raharjo Senja di Chao Phraya, ye!"



Jessica Sula - All Because of You (Remake)


  
 Francoise Hardy - All Because of You


  
George Baker - I've Been Away Too Long

8 comments:

  1. salam kenal, aku masih pemula dan kebetulan lagi blogwalking nih :D

    aku juga waktu kecil suka dengerin lagu papa, dan sampai sekarang pengetahuan lagu lawasku lebih banyak dibandingkan lagu jaman sekarang. padahal umurku baru 16 tahun #SokMuda :p

    sukses yaa buat GAnya, pengen ikutan tapi liat ntar deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus, pertahankan itu. Ngga ada yang lebih bagus dari lagu-lagu lawas hahaha. Btw thanks doanya. :)

      Delete
  2. :D Bagus niiiy entri yg ini.... Panggil2 Winda ^^

    dan titip link ke review SDCP (moga2 ga dianggap SPAM sama sistem) http://www.goodreads.com/review/show/379697053

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga menang..semoga menang..semoga menang :D

      Delete
  3. hadiiiiirrrr....
    pertanyaanku cuma satu, Susan apa kaba? hihihihihi....
    terima kasih ya, dit udah ikut meramaikan, malah jadi pertamax...kamu dapet nomor urut 1 untuk #GABlogEmakGaoel :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ampun, dapat nomor urut 1 itu udah jadi kebanggaan tersendiri, Mak. Tapi akan lebih bahagia kalau aku dimenangin. :P

      Delete
  4. coba dengerin lagunya Van Morrison - have i told you lately That I Love You

    thats so LAWAS, dude :D

    ReplyDelete