May 21, 2012



Pernah akrab dengan klip musik di atas? Saya yang lagi entah ini tiba-tiba atret sangat jauh sekali. Dan memang, saya akui, lagu Sherina di atas adalah salah satu yang favorit dan sulit dilupakan.


Dengarlah lonceng berbunyi
Kawan segeralah berlari
Siapkanlah dirimu
Dalam mencari ilmu

Waktu cepat berganti
Hingga lonceng terdengar lagi
Semua pun bersorak dengan riang

Hahaha..looking too far into the past

#lawasan

May 11, 2012

When I Was.. THIN


Tulisan iseng kali ini hadir berkat sebuah foto yang tidak sengaja saya temukan dalam folder lama, jarang sekali  saya sentuh dan sempat terlupakan. Satu yang mewakili kumpulan kala di mana massa tubuh membuat saya selalu tampil percaya diri, waktu hijau dulu. Berbeda dengan sekarang, angka 85 kg "berat" badan adalah mimpi buruk yang ngga buruk-buruk amat sih sebenernya, tetapi cukup membuat kekurangnyamanan dalam bepergian ketika seluruh pakaian ekstra besar masih belum selesai dicuci olah mba-mba laundry.

Sebuah rekam visual yang (bisa dikatakan) mewakili masa cemerlang, setidaknya begitu, karena cerita kejayaan sebagai anak muda hadir lewat ukuran tubuh yang hanya sebatas itu. Ada  dua cerita, mewakili kisah-kisah (jaya) lain, yang masih lekat di kepala. Pertama, ketika mewakili sekolah dalam seleksi paskibraka tingkat propinsi. Dalam sesi terakhir penilaian individu, cabang atletik, saya berlari melesat gesit berada nomor dua di belakang rival yang seorang siswa Taruna Nusantara. Praktis langsung saya dapatkan sebuah tiket masuk menjadi anggota "pasukan 17". Sedikit kecewa, selain lagi-lagi gagal mengalahkan sang rival dalam seleksi yang lebih tinggi (paskibraka tingkat nasional), tubuh yang lebih jangkung dari rekan-rekan sepelatihan membuat pembina urung memilih saya masuk ke dalam pasukan elit (pasukan delapan). Tetapi cukup lumayan, karena prestasi tersebut membuat kantung saya terisi uang saku berlimpah.

Kedua, di bidang olahraga. Sang pelatih basket di sekolah langsung menempatkan saya pada posisi small forward dalam seleksi tim untuk kejuaran regional, tubuh saya dinilai tidak cukup besar untuk menjadi power forward dan center. Tetapi, selang beberapa pertandingan, tiba-tiba saya diberi keleluasaan untuk memainkan ketiga peran itu sekaligus. Menurut beliau, saya cukup mahir melakukan rebound dan kuat beradu fisik ketika menjaga daerah pertahanan. Lewat kemampuan itu pula saya dikirim untuk mengikuti seleksi tim PON propinsi dan masuk binaan salah satu klub basket nasional di Solo (meski hanya bertahan satu minggu), keduanya gagal saya maksimalkan. Beruntungnya, saya masih mempunyai cukup penggemar di sekolah, perempuan-perempuan unyu adik kelas. Hahaha...

Keduanya (meskipun ngga oke-oke amat) selalu membuat saya senyum-senyum sendiri ketika mengingatnya, betapa saat-saat itu adalah masa suka-suka penuh percaya diri dan prestasi(?). Berbeda dengan sekarang di mana  saya seringkali dipusingkan oleh tanggung jawab ini-itu dan kekurangpedean ketika tampil dengan perut buncit menggembul. Tetapi, tidak ada salahnya  sekali-kali "atret" atau mundur ke belakang untuk sekadar mengenang masa jaya kan? Karena hidup itu sendiri, menurut saya, bukan yang melulu menuntut "move on".



Ternyata, saya cukup pantas disebut seksi, waktu kurus dulu. Hahaha... modyaaaaaaaaar!

May 10, 2012





I don't care, with you I'm everywhere

And it feels right

I want to be yours everytime

I want to be yours everytime



Letting Up Despite Great Faults - Repeating Hearts

May 7, 2012

Digital EP "Arabia's Frankincense Trail" from Kaveh Kanes



Delapan hari lalu, sebuah net-label asal Manchester (BFW Recordings), lewat akun jejaring sosialnya mengumbar sebuah berita baik bahwa mereka akan merilis sebuah debut mini-album dari grup musik baru asal Yogyakarta, Kaveh Kanes. Saat yang dinanti itu pun kini tiba sudah. Hari ini, 7 Mei 2012, BFW merealisasikan janjinya dengan merilis secara digital sebuah EP dari “grup musik lokal muka impor” tersebut yang bertajuk Arabia's Frankincense Trail dan bisa diunduh secara gratis.

Mengapa saya sebut “muka impor”? Jawabannya sederhana, mohon maaf sebelumnya, tidak bermaksud rasis atau apapun yang berbau bahas-etnis-secara-negatif, dilihat dari wajah saja sudah menunjukkan bahwa mereka bukan asli pribumi nusantara. Kaveh Kanes disepakati sebagai nama kolektif dan merupakan plagiat langsung dari nama sebuah kedai kopi di Yaman, tempat nenek moyang mereka berasal. Sebagai keturunan Timur Tengah, empat pemuda yang mengisi kolektif tersebut, dengan cerdik berhasil keluar dari sisi musikal-konservatif negara Arab pada umumnya dengan membuat karya yang jauh berbeda dan lebih modern dari musik gambus. Kavkan, begitu mereka sering disebut, mengklaim bahwa musik yang mereka usung itu berjenis lo-fi pop dan dream pop, menjadikan hal ini sangat menarik karena kecenderungan membuat sebuah grup musik berkarakter lo-fi mungkin akan terdengar aneh bagi keturunan Timur Tengah kebanyakan.

Kaveh Kanes sudah barang tentu menjadi sebuah kejutan, menghadirkan sesuatu yang segar, satuan konsep yang tidak main-main, dan memiliki kebiasaan unik setiap tampil di gig-gig lokal yaitu sering membagikan kebab dan sambosa (makanan khas Timur Tengah) saat jeda lagu. Tidak bermaksud mengagungkan atau merendahkan golongan tertentu, kehadiran Kaveh Kanes seolah-olah ingin membuktikan bahwa hegemoni pribumi tidak bisa mengkerdilkan kreativitas mereka dalam meracik musik minor yang sama (indie). Satu yang cukup terkenal, (mungkin) menjadi salah satu inspirasi kelahiran Kavkan, adalah Joseph Saryuff a.k.a Iyub (Sugarstar dan Santamonica), juga merupakan peranakan Timur Tengah, sangat mumpuni dan sarat pengalaman sebagai penggiat musik indie di tanah air.

Kembali ke mini-album mereka yang baru saja dirilis, Arabia's Frankincense Trail ibarat masakan lezat yang bumbunya diracik oleh koki berpengalaman. Keempat personilnya masing-masing telah tergabung lebih dahulu dengan grup musik yang berbeda, berkarakter yang juga berbeda, sudah banyak makan asam-garam dan malang-melintang di skena lokal, terutama Yogyakarta. Asad telah matang sebagai vokalis di Tripping Junkie yang sangat indie rock, Mumu dan Royan sebagai drummer dan gitaris dari grup musik twee Brilliant at Breakfast, dan terakhir adalah Zaim yang juga bassist dari grup musik dream pop Lazy Room. Pengalaman tersebut kemudian mereka bawa ke karakter bermusik Kavkan yang secara keseluruhan berada di bawah payung lo-fi namun dengan variasi yang lebih beraneka.

Lagu pertama yang berjudul Rose Garden oleh BFW sendiri dinilai sebagai karya twee pop yang kuat nuansa jangly guitar-nya. Modern Times sebagai lagu kedua akan sedikit mengingatkan kita dengan grup musik dream pop kontemporer seperti Wild Nothing dan Moscow Olympics. Lagu ketiga dan keempat, Sabine dan This Is Pure, lebih kental dengan irama lo-fi ala Beach Fossils, Craft Spell, dan Real Estate. Kesemuanya sangat pas bila didengarkan sembari pergi jalan-jalan/berwisata ke mana pun dengan media apapun. Kavkan menawarkan sebuah petualangan seru di mana awalnya kita digiring untuk menjelajahi kebun mawar sampai kepada ajakan untuk menyelidiki siapa Sabine sebenarnya.

Bagi anda penggemar lo-fi pop garis keras, buang jauh ekspektasi berlebih setelah mengunduh penuh mini-album tersebut, karena lo-fi yang mereka usung tidak begitu mewakili irama lawas Graeme Jefferies and The Cakekitchen bahkan masih jauh berbeda dengan Beat Happening dan grup musik ciamik(?) lain (juga) milik K Records, Some Velvet Sidewalk. Kavkan lebih suka bergumul dengan grup-grup musik generasi baru seperti Beach Fossils. Namun, tetap, Arabia's Frankincense Trail adalah sebuah kumpulan karya yang sangat layak santap. Saya sendiri kurang percaya ketika para personilnya mengatakan bahwa Kavkan adalah project iseng, karena empat lagu yang telah berhasil mereka produksi itu sangat layak dinilai sebagai karya yang lebih dari sekadar iseng. Terakhir, Segera serbu www.bfwrecordings.com ~ sembari mengunduh, silakan menikmati video preview mini-albumnya di bawah ini. Ciaooo…





Digital EP "Arabia's Frankincense Trail" from Kaveh Kanes
  1. Rose Garden
  2. Modern Times
  3. Sabine 
  4. This is Pure
Release with BFW Recordings (UK)

DOWNLOAD


*Tulisan ini pernah diikutsertakan dalam Writing Contest #2ThVint8

Salam Lucu

Oleh karena sesuatu yang sentimentil seorang partner baik berubah menjadi si tukang ganggu. Anggap saja sebagai degradasi fase, dan atas dasar berkilas balik tidak selamanya buruk, seorang pengganggu pasti kembali berubah menjadi teman yang baik secepat yang dia bisa. Bila terpaksa menghilangkan pun tidak segampang laiknya menghapus coretan kapur pada papan tulis. Tetapi, apakah harus benar-benar dihilangkan?

Pilihan jatuh kepada "harus benar-benar menghilangkan".

Berhasil hilang.

Tetapi, kemudian, seenaknya saja semesta membalikkan skenario. Kamu telan kembali muntahan-muntahanmu.

Dunia memang serba lucu!

"Please appreciate my choice and don't ever come to my life again as a disturbman..." ~ Sisa isi perutmu bahkan masih kubungkus rapi.

Salam lucu...



Jumping up and down the floor, my head is an animal.


May 4, 2012

Demi Maslahat Untuk Semua



Ketika hal "itu" bukan lagi urusan "para kami" di dalam negeri. Mereka, dia, yang tinggal di belahan Bumi jauh di ujung sana pun berhak bersimpati, ber-empati, dan berkontribusi. Meski hanya lewat aksi sekadar, tetapi cukup menunjukkan kepedulian yang bukan alakadarnya. Terharu.


Image source: Close Down Indonesian Dolphin Traveling Circus