October 10, 2011

Mrs. Cold

Sampai dini hari (lagi) Moron tak tidur. Ia asyik menikmati surga kecil yang ada di sebelahnya. Tawanya hampir pecah melihat mulut Lucy menganga apalagi ketika perempuan itu mengigau. Semuanya ia rekam pada catatan harian.

17 Juli 2011,

02:13 Seandainya saja ada nyamuk seekor, secepatnya akan ku tangkap, kemudian aku masukkan ke mulutnya. Segera ia akan bangun lalu marah-marah, pasti seru. :D

02:56 Ia tertawa dalam tidur. Pasti sedang mimpi indah.

Moron bangun pukul tujuh pagi lebih sedikit. Lucy sudah tak ada di sebelahnya. Ia pun pindah ke ruang asalnya, melipat sleeping bag, mengumpulkan pakaian-pakaian yang baru ia cuci kemarin dan langsung memasukkannya ke dalam ransel. Hari terakhir di penginapan.

“Jaket kamu nih, Ron! Thanks ya…”

“Iya, sama-sama…” (mau dipakai terus juga boleh) Hahaha dasar moron!

Selesai mandi dan sarapan, seluruh peserta berkumpul di lapangan untuk berfoto bersama. Setelah itu masing-masing masuk ke dalam truck dan jeep yang sudah disediakan panitia. Kembali ke basecamp lalu ada beberapa yang pulang ke kediaman masing-masing. Hanya Moron dan tim Kalimantan-nya yang tidak ikutan pulang.

Sore hari, Moron dan timnya mengantar kepulangan Lucy dan beberapa peserta lain. Sepertinya kurang lengkap bila hanya say goodbye secara lisan. Moron mencatat nomor ponsel Lucy, lalu mengetik pesan singkat basa-basi:

“Gimana enjoy kan di kereta, dapet kursi kan ya?”

Tak berbalas hingga esok harinya. Moron selalu mengecek ponsel, tetap tak ada pesan masuk. Sampai akhirnya pesan yang ditunggu datang juga ketika ia sudah sampai di Malang hari lusanya. Terpampang jelas di layar, Lucy yang mengirim pesan itu.

“Sorry baru bales, dapet tempat duduk kok akhirnya.”

“Kirain bakal berdiri sepanjang jalan, kereta ekonomi kan selalu begitu kondisinya. Jadi, langsung ke Jakarta apa stay di Bandung dulu?”

“Langsung ke Jakarta.”

Moron enggan membalasnya lagi, tanggapan Lucy terlalu dingin. Tapi senyumnya tetap merekah, sepertinya sudah sepaket dengan ia punya pipi. Tanda afeksi.

Aku belum menyerah, Mrs. Cold… Hihi :p

No comments:

Post a Comment