September 29, 2011

kateR

Ini tentang kesalahanmu yang tak pernah ikhlas dalam membuat gula-gula.

Iya kau, iya kamu, iya kalian!

Sekarang aku pilih bebas, tak berumah, tak bernaungan.

Karena kau, kamu, dan kalian telah membinasakan manis pada tiap lampau puluh hitungan.

Mati fikirku… Pula kau, kamu, dan kalian!

Resah!

Patah!

Hancur lah!

Sampah!

September 26, 2011

Mitos

To my dearest,

I make things simpler. I choose to grow up. I dislike arrogance. I pet my cats and dogs. I play music everywhere. I do not watch television. I am having a hard time cleaning up my brain. And I love you both.

September 20, 2011

Diamond, Jewelry, Essence

Sebuah kejutan tersendiri, walau sangat sederhana. Akhirnya saya bisa menciptakan sebuah lagu.. Hahaha. AJAIB!

This is for you, yeaaah for you, Diamond Jewelry Essence.



September 19, 2011

Halo..Halooo.. Ya, ya… Hehe

Aku jejingkrakan senang tidak karuan bukan kepalang. Dan kamu, ya, kamu!!! Perlu aku rekam polahku dua hari terakhir? Ah, jangan ya. Aku menjijikkan bagai bocah tua nakal yang masih lupa membawa sapu tangan padahal ingus selalu deras mengalir lewat lubang hidung yang besar-besar. Jorok ya? Sejorok jaket bau yang sudah berbulan-bulan tidak pernah aku cuci, tapi tetap kamu pakai selama dua hari. Dan, wow, jangan bilang kamu adiksi.

Mari, aku ajak kamu sedikit berkilas balik (lagi). Anggap saja kita pernah bertemu di suatu tempat bernama Hukilau. Entah macam apa tempat itu. Bukan… Bukan, tempat itu bukan sebuah pantai di Hawaii sana yang notabene sangat indah, yang juga tercantum pada sebuah lirik lagu di mana Adam Sandler rela suaranya dikorbankan dalam sebuah film berkedok kencan monoton 50 hari. Hukilau yang ini jauh dari bau amis pantai, tak ada hubungannya pula dengan cerita film.

Hehe… Hukilau yang aku maksud tidak lebih dari sepetak tempat (entah berapa kali berapa), tempat dimulainya sebuah cerita kecil kita, di mana sempat terjadi selip-menyelip jemari di tempat itu, yang ternyata membangkitkan sensasi elektrik hingga sekarang berubah menjadi pembangkit listrik. Hahaha… Hukilau palsu.

Selama durasi empat belas hari (mungkin lebih sedikit?), saling sapa hanya sebatas basa-basi, bincang pun bisa dihitung dengan jari. Nah, bingung. Dengan kuantitas seperti itu, bagaimana pula kita bisa merakit sebuah dinamo raksasa hingga kepala dapat terang-benderang ceria menyenangkan seperti sekarang?

Jawabanku : Ternyata kualitas jaket dan dansa maya telah mengalahkan kuantitas.

Jawabanmu : Yes, I do (Lho, kok?)

Apapun lah itu misterinya, Hukilau (palsu) tetap menjadi tempat bersejarah, jaket adalah momentum, dan dansa adalah sebuah penegasan. Lalu sepakat lah kita memulai sebuah dunia kecil untuk memperbesarnya kemudian. Manis sekali.

Terakhir yang bukan palsu: Terimakasih kamu. Ya, kamu. Racauan ini jelas-jelas buat kamu.

Selamat pagi.

September 12, 2011

:-:-:

Karena memang sulit mengejarmu sampai venus, menembus asteroid saja sudah kehabisan daya.

Tetapi...

Cerita luar biasa justru hadir lewat kotak persegi.

Meski hanya sebatas tari yang beda sisi.