July 8, 2011

Rasa

Bagaimana bisa mempercayai manusia dengan perasaan sebagai jubahnya?

Ada apa dengan rasa? Salah bila perasa? Aku perasa. Kau mau apa? Urusi saja lendirmu! Sudah mengotori selangkangan dari jauh-jauh hari. Jijik.

Bayangkan, jika setiap rencana bahkan untuk satu jam ke depan pun berujung buyar. Bayangkan, perubahan sekilat itu berjalan. Rencanamu A, rencanamu B, rencanamu C, ABC menjadi tomat-tomat busuk. Hanya membeceki kaki. Itu pun perlu dibersihkan?

Buyar sebuyar-buyarnya pun bukan salah rasa. Segala keluh pun tak akan mencairkan situasi. Hanya tomat busuk, bukan banjir darah manusia. Nikmati saja jalurmu, perubahan sudah wewenang semesta, tak usah kita habis pikir. Adalah... dengan bagaimana kita manusia mengolah rasa.


No comments:

Post a Comment