May 30, 2011

Selamat Ulang Tahun, Tiga Puluh.

Bila kelipatan tiga dari sepuluh adalah angka baik, maka yang baik pula adalah semua yang termasuk ke dalam himpunan kecil itu. Pula bila kumpulan minggu kelima dari sebuah himpunan besar yang disebut tahun adalah bulan luar biasa, maka beruntunglah tiap-tiap anggotanya karena disejajarkan dengan orang-orang luar biasa.

Namun, apalah artinya sebuah kata “bila”. Segala ramal baik adalah buah pikir yang hanya dapat memantik mimpi-mimpi kecil, bukan berarti tidak harus dipercaya, percaya pun sah-sah saja, tetapi segala sesuatunya sangat bergantung kepada proses alam. Dan semua yang sedang hidup dalam lajur tersebut adalah juga bagian dari prosesnya. Klise memang.

Yang juga klise, rekam jejak lini hidup yang telah lalu pun belum tentu layak jadi bahan refleksi, kecuali bila ada terselip beberapa yang positif yang sudah barang tentu sempurna untuk dijadikan cermin. Dan yang juga mutlak adalah semua hidup pada bilangan-bilangan yang disimbolkan oleh detik, menit dan seterusnya yang intinya adalah sama yaitu waktu. Terjadi metamorfosa pada dua, tiga dan beberapa bilangan waktu yang telah dilewati, sadar tak sadar, dan tidak dapat ditebak apakah prosesnya sempurna atau tidak.

Karena kita adalah ulat, kita memulai hidup dengan berjungkit atau merayap dari dahan ke dahan dan menyantap daun. Masa hidup akan banyak dihabiskan untuk bergerak dari satu pohon ke pohon lain, kemudian mencari tempat yang paling nyaman untuk berkepompong. Fase sebelum menjadi kepompong tersebut merupakan proses yang paling berat, di mana kita dituntut untuk mandiri menyantap daun dan berkamuflase demi melindungi diri dari bahaya predator.

Pula karena memang banyak pemangsa berkeliaran di sekitar, yang selalu siap siaga memicingkan mata dalam memantau gerak setiap mangsa yang lewat. Lengah sedikit, kita yang ulat ini akan lumpuh oleh paruh-paruh besar mereka yang berbahaya. Ya, kita adalah mangsa mereka. Maka, kita harus dituntut jeli ketika memanfaatkan potensi lahiriyah dalam berkamuflase demi melancarkan metamorfosa menjadi kepompong lalu kupu-kupu.

Setelah itu, tak mungkin lagi kita dapat berubah menjadi benda hidup berciri lain. Mutlak dengan menjadi kupu-kupu adalah akhir dari fase hidup. Predator masih mengancam, selain itu, umur pun tak jauh-jauh panjang. Tetapi lebih mulia mengakhiri hidup sebagai kupu-kupu daripada hanya sekedar mati konyol sebagai ulat. Karena setidaknya kita telah berhasil melewati metamorfosa yang paling sempurna.

***

Kepada kamu yang mewakili sesiapa lain yang juga merupakan anggota dari himpunan yang telah disebut, hari ini adalah pengulangan sekaligus perayaan dari momentum awal bilangan waktumu yang telah kamu lewati berkali-kali. Tak ada yang paling istimewa dari sekedar angka, baik satuan maupun puluhan, karena semesta telah memberi fungsi masing-masing pada setiap bilangannya dengan sangat adil. Dan entah macam apa segala gerak usahamu, sempurna hidup adalah ketika kita sudah berhasil melewati fase berat sebagai ulat. Dalam tidur panjang yang nyaman dalam bungkus kepompong, bakal kupu adalah sesuatu yang mutlak akan kita dapati. Karena tujuan utama hidup kita adalah kupu-kupu, sempurna dan elok dengan segala coraknya.

Berpesta poralah sejenak demi mengenang awal keanggotaanmu ke dalam himpunan. Setelah itu segeralah berposisi kembali sebagai ulat yang selalu siap siaga dan pintar memilih daun untuk disantap. Dan terakhir, ada sebentuk doa baik yang sebenarnya klise tapi tidak sepele: Semoga menjadi kupu-kupu.

***

Selamat ulang tahun, tiga puluh…Kecuali tak terhalang hujan dan jarak, tuturan ini sangat ingin sekali kurangkum menjadi sebuah bingkisan lisan.

Barakuda, 30 Mei 2011

1 comment:

  1. baru baca hahah makasi loh mas :D makasih PE-nya jg hahaha

    ReplyDelete