March 8, 2011

Hei, Perempuan...

... Jangan lalu latah mengidolai Michelle Obama dan Irene Rosenfeld, atau tiba-tiba bertingkah sangat ekstrem setelah menapaki tilas "Ibu Kartini". Pada kenyataannya, posisimu masih dibatasi seperangkat nilai dan norma yang belum memungkinkan bagimu untuk menjadi sangat aktif dalam memerangi dominan. Bijaknya, tak usah pikir adil tak adil, teruslah pantang mundur lawan dominan. Ketika lajumu masih jauh dari jalur utama, tidak berarti sulit beridentitas bukan? Menjadi bangga dengan tidak terlalu bangga dalam menyikapi kodrat adalah hal positif layak tiru, dan dengan sangat bangga pula kami mengagumimu.

Pada hari ini, bertubi-tubi kusampaikan kekagumanku kepada para perempuan. Mereka telah mengubah dunia menjadi lebih baik.

6 comments:

  1. gue tersipu banget baca ini :">

    ReplyDelete
  2. wiihh...ssaadiiss..
    indeed :D

    ReplyDelete
  3. Telat sehari bacanya, Dit.
    Tapi gak papalah ya. :)

    Hey, saya juga wanita loh..
    *sisir2 rambut*

    ReplyDelete
  4. http://jurnalultimatum.blogspot.com/2010/09/masa-bodoh-dengan-feminisme-keparat.html

    hahahaha,, baca yg ini brad.. bicara soal perempuan kan?

    ReplyDelete