October 5, 2010

Kunang Seribu

Praaaaak! Hancur nyata-mu

pula maya-mu,

menjadi puing,

dari puing berubah debu.

Debu tertiup angin, bercampur dengan asap tebal hitam dari segala penjuru. Terjebak gelap, hingga kunang-kunang datang memberi satu titik cahaya. Belum terang, karena yang datang baru lah satu.

Yakin pada saatnya nanti, seribu kunang akan menyerbu.

Hilang jebakan, akhirnya.

2 comments: