May 25, 2010

Certain People I Know

“I'd hate to be like Certain People I Know,

they break their necks and can’t afford to get them fixed.

They’d sacrifice all of their principles for anything casual – I do believe it’s terrible”.

Bangga diri dengan imitasi demi eksistensi. Menjamur pada ruang publik, acara publik, sarana publik, dengan warna-warni berkedok mode masa kini. Berharap jadi pusat perhatian. Budak televisi. Hujat sana-sini tanpa sadar dirinya tak ada isi.

Si pria suka menunjukkan kalau dirinya pandai bermain candu padahal tak tahu essensi candu. Si wanita asyik menghisap nikotin dengan dalih kesetaraan gender bukan karena kebutuhan. Demi apa? Demi satu kata yang disebut “keren”.

Wow, ironis sekali kawan! Seragam putih abu-abu berubah seketika menjadi gaun seksi sesaat setelah bel tanda pulang sekolah. Berbondong mereka pada pusat-pusat perbelanjaan, pulang malam setelah terlebih dahulu menunaikan kewajiban sebagai groupies band idola remaja.

Ah, kalian itu latah, sangat latah. Jadi lah diri sendiri. Buka seragam kalian sampai telanjang di depan cermin. Sadari saja, kalian masih bergantung pada air susu, tak usah malu. Kembali saja pada pekerjaan rumah matematika, karena harus cepat-cepat dikumpul esok hari.


Certain People I Know


---------------------------------------------------------------------

Mengenang 22 Mei 51 tahun lalu. Selamat ulang tahun Steven Patrick Morrissey



2 comments:

  1. hahaha tulisan yang sangat cerdas dan menohok, tapi ya memang itulah kenyataannya, nice post :D

    ReplyDelete
  2. hahaha sok tua ya tulisannya...hehe makasih2

    ReplyDelete