February 23, 2010

nature is not a virgin


Room full of liars, economical desires…


Alam kita adalah ruang berisi pembohong-pembohong besar. Ramai berkampanye menjaga alam agar tetap lestari, tapi yang dilakukan justru pengrusakan. Lihat lah aktivitas negara-negara maju, memperkosa alam karena konsumsi energi yang berlebih. Mereka yang menciptakan hukum, mereka pula yang melanggar.


Alam digagahi oleh industrialisasi


Alam digagahi oleh modernisasi


Alam digagahi oleh penghuninya sendiri.


Semuanya demi motif ekonomi



We are sinking our lands

When the glaciers will melt

Fear and lost will be felt…


Sinar mentari tak lagi hangat, sinar UV pun tak lagi sehat.. Ozon melebar drastis di benua es. Permukaan air laut berangsur-angsur naik dipengaruhi oleh lapisan es yang mencair meter demi meter. Beberapa pulau hilang olehnya. Apa yang terjadi ketika Antartika mencair seluruhnya? Kiamat kata banyak orang.



Next generations left with desert nations...


Ramalan yang mengerikan. Alam tak lagi produktif, tak ada sesuatu hijau untuk di makan, mata air hanya tinggal kelopak, tak ada kehidupan. Bumi hanya berisi negara-negara gurun. Ini ulah siapa? Ulah orang-orang yang penuh birahi mengobok-obok sang mother earth tanpa henti.




What is your opinion?


Nature is not a virgin


----------------------------------------------------------------

Ber-Icelandic bersama Ampop – Nature is not a virgin

Image taken from http://www.flickr.com/photos/scienceduck



morning glory


di balik awan,


matahari bangun dari kelesuan,


menyegarkan diri dengan basuhan titik-titik air hujan,


bermain dengan bara api,


membuat pelangi.


------------------------------------------------

What's the story morning glory
Oasis - Morning Glory

Image taken from www.
jblyth.com



February 17, 2010

moksha





berlari batin menuju hampa

kosong

terawang pikir ke arah silam

buram

melayang

sendiri, sunyi

hilang keseimbangan diri

hati berontak

retak oleh carut marut dunia

liar

mencari wejang waskita

cinta nirbatas

di manakah kesadaran sejati dan cerah hati?

----------------------------------------------------------------------------

image from http://www.flyglobalmusic.com

February 1, 2010

"Mich" dan "Surt" #3 (beradu pandang)

Empunya Mich berjalan, berfasilitas

Empunya Surt cemas diperaduan.

Empunya Mich penuh peluh, kepanasan dalam sarana

Empunya Surt akhirnya terlelap, dalam kecemasan.

Empunya Mich kelaparan, sedang

Empunya Surt masih terlelap.

Empunya Mich menghirup udara dingin

Empunya Surt terjaga dari mimpi

Empunya Mich melihat sosok dikejauhan

Empunya Surt adalah sosok itu.

Empunya Mich dan Surt berindu-rinduan, mereka saling merindui, merindui apalah, merindui apapun, apapun dan apalah yang berhubungan dengan mereka berdua. Mereka muda, suka berimajinasi, mimpi mereka sama, dan sangat rasional. Dua puluh hari sudah misteri conditional mencabik isi kepala mereka. Mereka penasaran, sangat ingin tahu apa sebenarnya yang tersembunyi dalam teka-teki conditional itu. Karena mereka berdua adalah muda yang bergejolak, penuh gelora.

Empunya Mich berusaha memecah kebuntuan, pada hari ke-dua puluh dia membuat keputusan sensasional, berkeputusan pergi menemui empunya Surt. Padahal dia tahu, dia nekat, belum berkemampuan penuh. Namun gejolak rasa ingin tahu yang menggebu-gebu tentang misteri tersebut membuatnya berani mengambil resiko. Dengan persiapan seadanya dia pun berangkat.

Empunya Surt kaget mendengar rencana keberangkatan empunya Mich. Selalu muncul pertanyaan dalam benaknya, apakah benar empunya Mich akan datang menemuinya? Namun empunya Mich selalu yakin dan mantap ketika menjawab pertanyaan tersebut, ‘Aku akan datang, tunggu lah esok hari!” Kaget bercampur senang tentunya, empunya Surt pun sangat menanti-nanti momen tersebut. Dia pun muda, penuh rasa penasaran sama besarnya dengan apa yang juga dirasakan empunya Mich.

Tiba saat keberangkatan empunya Mich. Dia mantap menanti sarana yang akan mengantarnya ke peraduan empunya Surt. Sarana itu pun datang, empunya Mich berfasilitas. Sedang di jauh sana empunya Surt cemas bercampur takut. Ketakutannya sangat beralasan, telah lama mereka bermedia, dan momen yang akan dihadapinya ini adalah kali pertama dia bersentuh pandang dengan empunya Mich, dia takut empunya Mich tak berselera ketika melihatnya. Begitu pula dengan empunya Mich, apa yang empunya Surt rasakan pun sama-sama dialami olehnya. Diantara perasaan yang campur aduk, mereka berdua pun tenggelam dalam malam, kemudian terlelap.

Malam pun berganti pagi. Empunya Mich kepanasan di dalam sarana yang penuh sesak, seluruh tubuhnya lengket oleh peluh. Empunya Surt terbangun dari tidurnya, kemudian tingkahnya malah tak menentu mengingat pertemuannya dengan empunya Mich tinggal beberapa saat lagi. Empunya Surt salah tingkah, cemas bercampur takut. Empunya Surt pun berbenah, kemudian bersiap menjemput empunya Mich.

Dingin sangat pekat, peralihan suhu yang drastis. Sarana yang ditumpangi empunya Mich berhenti. Empunya Surt menjadi tidak karuan, jantungnya berdetak kencang. Empunya Mich berusaha tenang, padahal dalam hatinya mengatakan lain, dia pun cemas. Orang-orang bertaburan bak semut yang dibakar sarangnya. Di antara kerumunan tersebut terdapat empunya Mich yang sibuk mencari-cari sosok yang sangat dinanti-nantinya sejak lama. Empunya Surt tidak beranjak dari duduknya, namun matanya sibuk menerawang kesana kemari sampai akhirnya berhenti pada satu sosok yang juga mengamatinya dengan detail,

mereka beradu pandang,

tersenyum,

lega,

namun misteri conditional belum terpecah.